Pada proses analisis suatu sistem, kita harus mengetahui siklus hidup pengembangan sistem, antara lain :

1. Tahapan Perencanaan Sistem (System Planning)
2. Tahapan Analisis Sistem (System Analiysis)
3. Tahapan Perancangan Sistem (System Design)
4. Tahapan Seleksi Sistem (System Selection)
5. Tahapan Implementasi Sistem (System Implementation)

Disini kami akan membahas Analisis Sistem Pemesanan Tiket Pesawat Secara Online atau sering disebut E-Ticketing berdasarkan siklus hidup pengembangan sistem.

I. Tahapan Perencanaan Sistem (System Planning)

1. Pendahuluan

Internet perlahan-lahan mulai menggeser budaya pembelian (pemesanan) tiket pesawat dari cara konvensional menjadi lebih modern atau yang sering disebut booking online (online booking). Dewasa ini, memesan tiket dapat dilakukan melalui computer yang tersambung dengan internet.Di Indonesia, pelayanan tersebut telah diperkenalkan oleh National Carrier Garuda Indonesia, maskapai penerbangan Merpati Nusantara dan Airasia.Hal ini berarti para maskapai penerbangan dapat berhubungan langsung dengan konsumen yang tentu saja akan memberikan dampak ekonomis yang signifikan.
Pada awalnya penerapan pembelian tiket secara online sekitar tahun 1998 hanya mencapai satu persen lalu naik menjadi dua persen pada tahun 1999.Saat ini sudah mencapai tiga persen. Dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penelitian terdahulu yang menjadi acuan penelitian kali ini dilakukan oleh Aron M. Levin, Irwin P.Levin dan Joshua A. Weller (2005). Penelitian tersebut menganalisis stribut-stribut yang mempengaruhi preferensi belanja melalui internet (online) dan tidak melalui inrternet (off line) pada produk, konsumen dan tahapan pembelanjaan yang berbedea. Hasil analisis terhadap pengukuran dipakai pada studi ini memperlihatkan 4 atribut pokok, yaitu waktu, harga, pelayanaan dan alternatif. Penelitian kali ini merupakan penelitian replikasi yang mengkaji belanja on line dengan menggunakan 1 kelompok sample, yaitu mahasiswa dan menggunakan satu produk yaitu tiket pesawat.

2. Tujuan Penelitian

• Dapat mengetahui lebih jelas mengenai apa manfaat, keuntungan, kerugian, kelemahan dan kelebihan dari e-ticketing.
• Dapat mengetahui bagaimana cara penerapan e-ticketing itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
• Dapat mengetahui siapa saja yang dapat menggunakan e-ticketing dan apa saja masalah-masalah yang muncul dari penggunaan e-ticketing.

3. Manfaat Penelitian

Memberikan referensi bagi calon penumpang pesawat terbang agar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan e-tiket dan tiket konvensional.

4. Perumusan Masalah
• Mengapa E-Ticketing (Pemesanan tiket melalui internet)?

Karena internet perlahan-lahan mulai menggeser budaya pembelian (pemesanan) tiket pesawat dari cara konvensional menjadi lebih modern atau sering disebut E-Ticketing. Ini memberikan solusi terhadap masalah dominasi pengguna pesawat terbang dalam melakukan perjalanan tidak seimbang dengan jumlah pesawat yang ada. Pada akhirnya akan menyebabkan kepadatan penumpang yang tinggi di bandara-bandara (airport). Kondisi ini akan memunculkan problem klasik seperti halnya masalah pemesanan tiket dan melalui E-Ticketing penumpang tidak perlu mengantri.

• Apa sebenarnya E-Ticketing itu?

E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket. Semua informasi mengenai electronic ticketing disimpan secara digital dalam sistem komputer milik airline. Sebagai bukti pengeluaran E-Ticket, pelanggan akan diberikan Itinerary Receipt yang hanya berlaku sebagai alt untuk masuk ke dalam bandara di Indonesia yang masih mengharuskan penumpang untuk membawa tanda bukti perjalanan. E-ticketing (ET) adalah peluang untuk meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan penumpang. E-ticketing mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas dan meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat perubahan-perubahan dalam jadwal perjalanan.
Sederhananya e-tiket merupakan bentuk pelayanan jasa penerbangan dalam melayani calon penumpang untuk menggunakan pesawat-nya dalam bepergian dengan cara cepat dan akurat. Selain sederhana bentuk tiket-nya. Bentuk tiket biasa adalah sepeti kupon dengan jumlah halaman lebih kurang 4 s/d 6 halaman tergantung kondisi tujuan penumpang yg menggunakan jasa penerbangan, semakin sering transit dan check in maka akan semkain banyak halaman-nya.
Untuk e-tiket,bentuk tiket hanya selembar kertas yg tertera secara lengkap mulai jadwal penerbangan, tujuan tanggal serta aturan lainnya.sistem e-ticketing untuk memudahkan orang untuk membeli tiket untuk berbagai acara semua dari satu situs web. Tiket dapat dibeli dengan cara ini dengan uang tunai, cek atau kredit / kartu debit. Orang tanpa akses ke internet dapat memesan tiket melalui internet publik di terminal atau perpustakaan di Pusat Informasi dan Visitor Centre.

II. Tahapan Analisis Sistem (System Analiysis)

1. Kelemahan E-Ticket

• Ada kekhawatiran mengenai jaminan keamanan atas kode-kode kartu kredit, Atm, dan lain-lain.
• Pemesana E-Ticket dilakukan secara online atau melalui internet dan tidak semua orang mengerti tentang internet artinya belum bisa mengoprasikan internet itu sendiri. Belum semua orang mengetahui tentang bagaimana caranya memesan tiket secara online.
• Belum semua orang mengetahui dan paham betul tentang E-Ticket.

2. Keuntungan E-Ticket
• Kemudahan

Pengguna dapat mudah mengerti dalam melakukan pemesanan tiket melalui layanan ini.
• Keamanan

Pengguna diberikan fasilitas login dan hanya 1 orang dengan 1 nama yang sudah terdaftar sebelumnya yang bias mengakses layanan menu utamanya.
• Keuntungan

Pengguna diuntungkan dengan masalah waktu dan tenaga dalam melakukan pemesanan serta adanya discount atau potongan harga jika pengguna sudah menjadi pelanggan tetap.
• Kenyamanan

Pengguna dapat melakukan pemesanan dengan nyaman, tanpa adanya gangguan.

3. Efisiensi Dana dan Waktu melalui E-Ticket

• Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket.
• Mengurangi biaya pencetakan tiket untuk stok, amplop dan pos.
• Mengurangi biaya pembayaran tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket.
• E-Tiket selamat dan aman. Barcode validasi menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat.
• Tidak ada biaya pengiriman karena pelanggan dapat mencetak tiket elektronik mereka segera setelah mereka membelinya.
• Penjualan melalui website bisa memproses ribuan bokingan perhari, sehingga bisa.
• Melayani lebih banyak penumpang ketimbang menjual lewat call centre atau kantor penjualan. Selain itu, pihaknya juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa atau menggaji karyawan costumer service.
• Dengan E-Tiket tidak perlu bawa-bawa tiket ke airport. Apabila hilang maka bisa di print ulang dan tidak dikenakan biaya tambahan (gratis). Harga yang tertera sangat jelas, tidak seperti tiket jenis lama yang seringkali tidak terbaca.
• Bagi maskapai penerbangan sendiri, E-Tiket juga memperkecil biaya pelayanan, sehingga harga tiket juga dapat ditekan.
• Bagi konsumen terhindar dari kehilangan tiket pesawat secara fisik, karena pada dasarnya, setelah kode booking di konfirmasi, nama penumpang telah tercatat di system airlines. Penumpang terhindar dari resiko volid tiket yang disebabkan kesalahan penulisan pada paper ticket oleh travel agent.
• Penumpang tidak perlu bertemu secara fisik dengan travel agent karena E-Tiket bisa dapat melalui Fax, atau hanya berupa sms kode booking, dan pembayarannya bisa dilakukan dengan transfer via ATM atau internet/sms bangking.

4. Efisisensi Dana dan Waktu Melalui Cara Konvensional

• Penumpang langsung bertemu secara fisik dengan travel agent sehingga informasi yang diperoleh lebih mudah dimengerti.
• Tidak akan terjadi kesalahan tujuan yang tercantum pada tiket sebab pembelian dilakukan secara langsung sedangkan melalui E-Ticketing bisa terjadi kesalahan apabila konsumennya kurang paham akan system online.
• Keamanan transaksi relative lebih terjamin disbanding E-Ticketing yang harus membayar via kredit card atau transfer melalui ATM.

III. Tahapan Perancangan Sistem (System Design)

Aplikasi system E-Ticketing ini dibuat untuk dapat diakses oleh masyarakat umum (client), operator (server) dan admin (server).

1. Pada Sisi Server (deteskop)

User yang bisa mengakses aplikasi server pada desktop terbagi atas dua bagian, yaitu admin dan operator.
• Admin dan operator memiliki id dan password masing-masing.
• Admin dan operator dapat mengganti password masing-masing.

• Admin dan operator dapat melihat mengubah data pribadi atau profilnya masing-masing.
• Admin dapat melihat history login dari tiap operator dan pengguna atau masyarakat.
• Admin dapat melihat list data operator yang bertugas.

• Admin dan operator dapat melihat data konsumen yang telah melakukan pemesanan.
• Admin dapat melihat dan mencetak laporan hasil yang didapat dari penjualan tiket pesawat.
• Operator tidak dapat melihat history login dari operator yang bertugas dan pengguna atau masyarakat.
• Operator tidak dapat melihat list dan operator yang bertugas.

• Tersedia fasilitas menu searching atau pencarian data dari setiap menu yang disediakan guna memudahkan pekerjaan admin dan operator.

2. Pada Sisi Client atau Masyarakat (Internet)

• Pengguna dapat melihat berbagai informasi yang disediakan oleh Sistem E-Ticket, antara lain melihat peraturan dan petunjuk dalam mengakses layanan ini serta melihat profil.
• Pengguna dapat melihat jadwal keberangkatan dan mengecek harga penerbangan serta melalukan boking tiket.
• Pengguna dapat melakukan pembatalan tiket yang sudah pernah di boking.
• Pengguna dapat melihat daftar pemesanan tiket yang sudah pernah dilakukannya.

3. Reservasi E-Ticket

Reservasi E-Ticket dimulai dari cari penerbangan-pilih penerbangan-masukkan data penumpang-lakukan pembayaran-cetak tiket-chek in.
Dapat melakukan reservasi di http://booking.bandarudara.com/, setelah itu anda dapat memilih salah satu penerbangan untuk proses E-Ticket.

4. Check in dengan E-Ticket

Untuk check in dengan e-tiket, penumpang biasanya datang ke counter check-in dan menunjukkan kode booking atau kode konfirmasi. Airlines tertentu bahkan tidak membutuhkan kode booking, selama reservasi dapat dipastikan dengan kartu identitas penumpang. Setelah reservasi telah dikonfirmasi, penumpang dapat check-in bagasi dan diberikan boardingpass.
E-ticket saat ini telah diterapkan oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesian, Airasia, Mandala-air, dan Batavia air. Lion-air juga telah mengaplikasikan sistem e-ticket ini. Namun berbeda dengan maskapai lainnya. Lion air menggunakan e-ticket bagi penumpang langsung, bukan untuk didistribusikan melalui travel agent.

IV. Tahapan Seleksi Sistem (System Selection)

1. Ketersediaan Teknologi

Teknologi yang berkembang saat ini yang mendukung E-Ticketing kami adalah jaringan internet, melalui media website. Dengan adanya internet dan melalui media web, maka masyarakat dapat mendapatkan tiket secara online dengan adanya jaringan internet dan melalui media web yang telah tersedia. Bagi masyarakat yang melakukan reservasi melalui media handphone, maka harus terhubung ke fitur GPRS.

2. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras yang diperlukan dalam sistem analisis pemesanan E-Ticket antara lain :
• Perlengkapan Komputer

a. CPU (Central Processing Unit) sebagai otak dan bagian utama computer.
b. Tempat penyimpanan (CD, DVD, Floppy Disk, Hard disk)
c. Input (Keyboard dan Mouse)
d. Output (Printer dan Monitor)
• Jaringan/Network

Dalam melakukan proses E-ticket tentunya harus memiliki media internet. Jaringan untuk mengakses dan melakukan reservasi online. Jaringan/Network dapat berupa modem atau wireless, dan GPRS bagi pengguna telepon seluler.

3. Perangkat Lunak (Software)

Sebagian besar dari software computer dibuat oleh programmer dengan menggunakan bahasa pemograman. Programmer menuliskan perintah dalam bahasa pemograman seperti layaknya bahasa yang digunakan oleh orang pada umumnya dalam melakukan perbincangan. Perintah tersebut dinamanakan “Source Code”. Program komputer lainnya dinamakan compiler yang digunakan pada source code, dan kemudian mengubah perintah tersebut ke bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer.
Software yang diperlukan dalam analisis sistem E-Ticket adalah software driver yaitu program yang mengijinkan computer untuk dapat berinteraksi dengan perangkat hardware tembahan seperti printer yang nantinya digunakan untuk melakukan print tiket. Dalam software ini diperlukan operating sistem dimana software yang merupakan sumber dari software lainnya yang dapat menginjinkan software lainnya untuk berjalan. Contohnya linux. Untuk software E-Ticket langsung terkoneksi dari pusat, dimana hanya dibutuhkan operator dan admin untuk melakukan proses dari reservasi E-Ticket ini. Yang berupa login dan data-data yang diperlukan.

4. Operator dan Admin

Dalam hal ini, diperlukan Admin yang telah dipercaya dan paham mengenai proses E-Ticket di suatu perusahaan agent travel yang ada. Hal ini dilakukan agar lebih mudah memberikan pengajaran mengenai langkah-langkah yang diperlukan dalam proses E-Ticket. Operator disini sama seperti admin, tetapi lebih menguasai software yang telah ada.

V. Tahapan Implementasi Sistem (System Implementation)

1. Skeju

Skejul ini dilakukan untuk melaksanakan pelatihan bagi Pimpinan travel agent, admin dan operator. Ini dilakukan terus menerus sampai terutama admin dan operator lebih memahami dan mengerti alur kerja sistem E-Ticket ini. Adapun skejul yang dilaksanakan adalah tertera dibawah ini :

Minggu Pertama dilakukan min 3x
09.00-12.00
Pengenalan E-Ticket

Minggu Kedua dilakukan min 3x
09.00-12.00
Pelaksanaan Proses E-Ticket

- Bagi Admin dan Operator (Server) melalukan pendaftaran sebagai staff dari agent travel tersebut untuk mendapatkan Id dan Password.
– Mengisi dan mengubah data pribadi
– Melihat list data

- Melakukan proses pengechekkan dan bokingan tiket pesawat.

Minggu Ketiga dilakukan min 2x
09.00-12.00
Uji Coba

- Menjelaskan secara detail kepada masyarakat tata cara melakukan proses E-Ticket.
– Melakukan login
– Chek keberangkatan
– Boking tiket dan inssud
– Refund tiket/pembatalan tiket
– Print out tiket.

Minggu Keempat dilakukan 2x
09.00-selesai
Survei

- Melihat perkembangan apakah telah menguasai dengan baik atau belum.
– Apabila belum akan dilakukan tahap selanjutnya.

2. Hardware dan Software

Perangkat keras (Hardware) harus bisa bekerja sama dengan perangkat lunak (software) demi kelancaran sistem yang telah berjalan di perusahaan agent travel. Terutama jaringan internet yang sangat mempengaruhi proses dari sistem ini. Software bisa saja mengalami gangguan, bisa dari karena jaringan, dan memang gangguan dari pusat, sehingga memperhambat proses reservasi.
Untuk semua perangkat yang digunakan harus mempunyai dana yang cukup besar, terutama untuk membayar jaringan internet, programmer, admin, operator. Karena membuat suatu program yang dapat membantu masyarakat melalui E-Ticketing ini tidaklah mudah, butuh analisa yang kuat dan teliti. Akan tetapi sistem ini telah berjalan di situs web masing-masing airline. Dengan hal ini dapat meminimkan biaya, dengan kata lain disini penelitian kami hanya menganalisis software yang telah berjalan.

3. Tata Cara Proses E-Ticket
a. Masuk ke web Batavia

b. Apabila belum terdaftar sebagai anggota, silahkan daftar terlebih dahulu di menu daftar.
c. Isi data secara lengkap dan periksa kembali data anda. Setelah itu data akan secara otomatis akan tersimpan dan anda dapat melakukan proses bookingan tiket melalui situs ini.
d. Pilih kota keberangkatan, kota tujuan, tanggal, bulan, tahun serta tamu yang akan berangkat. Maka akan tertera harga serta jam keberangkaan.
e. Isi data yang akan berangat. Dan lanjut ke step selanjutnya untuk menentukan proses pembayaran apakah melalui ATM atau kartu kredit.
f. Setelah melakukan pembayaran, silahkan inssud tiket anda dan lakukan print out di counter yang ada di bandara tempat anda melakukan keberangkatan.
g. Hasil print out tiket seperti tertera pada gambar diatas. Setelah itu bisa lakukan chek in di bandara Kota anda.
Proses ticketing pada Batavia-Air hampir sama dengan pesawat lainnya. Dapat dilihat di http://booking.bandarudara.com/. Di situs tersebut tinggal dipilih pesawat apa yang kita ingin, dan lakukan seperti tahap yang telah dijelaskan diatas.
About these ads

3 Comments:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.